7 tes kesehatan sebelum menikah yang penting dilakukan
Pinjaman

Sebelum Nikah, Pastikan Kamu Sudah Jalani 7 Tes Kesehatan Berikut Ini!

Tidak hanya bermodalkan cinta semata, pernikahan sejatinya dilakukan berdasarkan komitmen yang kuat antara kedua belah pihak, termasuk keluarga. Nah, untuk mengetahui pengorbanan cinta yang akan berlangsung seumur hidup, ada baiknya calon pasangan yang akan menikah melakukan tes kesehatan sebelum menikah, karena hal tersebut wajib dilakukan agar kelancaran pernikahan beserta keluarga baru yang akan tercipta kelak bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Tidak hanya dilihat dari keadaan fisik luarnya saja, tes kesehatan yang dilakukan sebelum menikah tidak hanya sekadar formalitas semata, karena para calon pengantin nantinya akan melewati berbagai rangkaian tes yang tidak hanya satu atau dua tes, melainkan ada banyak rangkaian tes. Karena beberapa rangkaian tes ini sangat disarankan untuk dilakukan sebelum menikah, jadi sebaiknya Anda tidak menyepelekan ya!

Selain untuk kebaikan diri Anda sendiri, tes kesehatan ini juga akan berpengaruh bagi kesehatan calon buah kalian kelak. Tapi, apa saja kira-kira rangakain tes kesehatan yang wajib dilakukan oleh para calon pasangan pengantin? nah, bagi Anda yangingin berencana menikah, yuk intip 7 tes kesehatan sebelum menikah berikut ini:

1. Tes kesehatan umum dan tes kehamilan

Tes kesehatan yang satu ini menjadi tes yang wajib dilakukan, karena merupakan persyaratan ketika akan mendaftarkan pernikahan ke KUA.

Nah, tes kehamilan bisa diketahui melalui air urin, sedangkan tes kesehatan umum merupakan tes untuk mengetahui kondisi gizi dari berat badan, tinggi badan, tensi darah, dan kesehatan reproduksi seperti dilihat dari siklus menstruasi, hari terakhir menstruasi, dan kondisi ketika menstruasi. Bahkan ada juga yang disertai dengan pemeriksaan gigi.

Baca Juga: Membayar Rumah Sakit dengan Kartu Kredit BRI

2. Tes penyakit seksual menular

Tes kesehatan penting yang wajib dilakukan selanjutnya adalah tes penyakit seksual. Terlebih, menikah pasti tidak bisa dipisahkan dengan hubungan seksual yang pastinya harus sehat antara suami dan istri. Tes VDRL/RPR adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular seksual sifilis.

Penyakit seksual sejatinya tidak boleh disepelekan, karena bisa menular dan sangat berbahaya, terlebih bisa memicu kesehatan sang jabang bayi yang ada di kandungan ibu. Bahkan, virus penyakit seksual ini juga bisa menyebabkan cacat dan kematian pada janin.

3. Tes golongan darah dan rhesus

Tidak hanya menjalin cinta berdua, setelah menikah pastinya Anda dengan pasangan mempunyai rencana untuk memiliki buah hati dan akan menjadi satu keluarga. Nah, di dalam rengakaian tes berikut ini ternyata juga [enting dilakukan bagi calon pasangan pengantin.

Pemeriksaan golongan darah dilakukan untuk keperluan transfusi darah jika dibutuhkan suatu saat nanti dalam keadaan darurat. Tidak hanya bertujuan untuk transfusi darah, tes pemeriksaan darah juga dilakukan untuk mengetahui kecocokan rhesus darah antara Anda dan pasangan sebelum menikah.

Apa pentingnya? Pemeriksaan darah untuk mengetahui rhesus ternyata bisa mempengaruhi masa depan bayi di dalam kandungan. Karena, jika wanita memiliki darah rhesus negatif mengandung anak dari pria yang memiliki rhesus positid, maka bayi yang dikandung akan mempunyai 50% peluang memiliki rhesus positif. Jika terjadi hal demikian, makan tubuh sang ibu akan secara alami akan menghasilkan antibodi yang menyerang darah janin dan merusak sel darah merah janin, sehingga janin akan menderita anemia, kerusakan otak, jantung dan hal fatal lainnya.

4. tes HIV

Sama halnya dengan tes VDRL/RPR untuk bisa mendeteksi penyakit seksual sifilis, nah, tes HIV juga nampaknya perlu dilakukan demi mengetahui kesehatan para calon pengantin. Sehingga, Anda terhindar dari penyakit seksual yang bisa menular lewat hubungan badan dan transfusi darah. Terlebih, penyakit AIDS juga bisa berisiko menular dari ibu ke janin. Tidak hanya penting, tes HIV juga menjadi tes yang wajib dilakukan sebagai persyaratan pernikahan di beberapa wilayah.

5. Tes Hepatitis B

Tes kesehatan yang penting selanjutnya adalah tes Hepatitis B, karena virus dari hepatitis B akan mengganggu fungsi hati yang bisa hidup lama di dalam tubuh penderita, bahkan bisa menular melalui hubungan badan, transfusi darah, hingga pertukaran cairan tubuh.

Bahayanya lagi, virus ini juga bisa menular dari ibu ke janin yang dikandungnya. Maka dari itu tes HBsAg harus dilakukan untuk mengetahui dan mengantisipasi hepatitis B.

6. Tes urin

Tes urin yang satu ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan dari ginjal, saluran kemih, adanya penyakit sistemik atau metabolik pada tubuh calon pasangan pengantin.

7. Tes TORCH

TORCH merupakan penyakit yang berasal dari Toxoplasma, Rubella, hingga Herpes. Penularan biasanya terjadi lewat kotoran hewan peliharaan, serta makanan mentah.

Bila tertular, akibatnya cukup fatal, seperti infeksi pada kehamilan sehingga berpotensi keguguran, bayi lahir prematur atau kelainan bawaan pada bayi.

Itulah 7 rangakain tes penting yang wajib Anda lakukan sebelum menikah. Namun, tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan saja, karena setelah Anda melakukan berbagai tes kesehatan di atas, ternyata Anda juga perlu melakukan vaksin.

Vaksin berikut ini dianjurkan untuk mencegah beberapa virus yang biasa dilakukan oleh calon pasangan pengantin. Anda dan pasangan bisa melakukan vaksin pada neam atau lima bulan sebelum hari H pernikahan, sebab ada beberapa vaksin yang umumnya diberikan secara bertahap. Ada lima vaksin yang dianjurkan untuk para calon pasangan, yang bisa Anda baca di link berikut ini: https://www.cekaja.com/info/mau-nikah-7-tes-kesehatan-ini-wajib-dilakukan-sebelumnya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *