bisnis rumah kos-kosan jadi peluang bisnis pasif yang menguntungkan
Pinjaman

Mau Bangun Bisnis Kos-kosan di Kota? Hindari 7 Kesalahan Ini

Salah satu investasi yang memiliki prospek yang cukup baik adalah dengan membangun bisnis rumah kos-kosan. Terlebih, jika Anda ingin membangun bisnis tersebut di daerah perkotaan, bisnis ini bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Terlebih, harganya juga kana naik mengikuti inflasi, sehingga sangat cocok untuk dijadikan penghasilan pasif setiap bulan.

namun, sebelum Anda membangun bisnis rumah kos-kosan, ada baiknya Anda mengetahui sekiranya ada 7 hal yang harus Anda hindari. Hal ini cukup penting agar bisnis rumah kos-kosan Anda bisa berjalan dengan lancar. Apa saja 7 kesalahan yang perlu dihindari tersebut? Simak rangkuman berikut ini:

1. Jangan anggap remeh perencanaan bisnis

Jika Anda ingin membangun bisnis apapun termasuk bisnis rumah kos-kosan, membuat perencanaan adalah hal pertama yang harus dimiliki. Terlebih, bisnis ini membutuhkan setidaknya gambaran yang cukup sulit, karena berkaitan dengan properti. Anda harus memikirkan beberapa hal penting seperti bentuk gedung, fasilitas, lokasi, serta target sasaran yang dituju.

Setelah memikirkan hal yang besar, selanjutnya Anda bisa memikirkan hal yang lebih terperinci, seperti biaya pembangunan atau renovasi, tarif sewa perbulan atau pertahunnya, perkiraan waktu balik modal dan lain-lain. Anda juga harus menghitung pemasukan tiap bulannya agar keuangan Anda bisa terperinci dan Anda juga tidak merugi.

Baca Juga: Dapatkan Pinjaman Dana Online Langsung Cair untuk Kebutuhanmu!

2. Jangan jalankan semuanya sendirian

Meskipun Anda baru menjadi seorang pebisnis, ada baiknya Anda juga bisa bekerja sama dengan orang lain. Karena kesalahan umum yang sering terjadi pada seorang pebisnis baru ialah ingin mengerjakan semuanya sendirian.

Tidak ada salahnya dengan bekerja mandiri, namun, Anda juga perlu asisten yang bisa membantu Anda untuk mengurus hal-hal lain yang juga penting dilakukan bersama atau bisa diwakilkan. Sehingga, Anda bisa lebih fokus untuk memikirkan hal penting lainnya juga.

Misalnya seperti, Anda tidak perlu repot-repot mengecek kondisi binis rumah kos-kosan Anda setiap hari, karena hal tersebut bisa dilakukan oleh asisten Anda. Anda hanya perlu memikirkan hal penting seperti keuangan, pembelian barang-barang dan lain-lain.

3. Jangan beriklan, manfaatkan media yang gratis

Seperti yang kita tahu, jika Anda memasang iklan di sebuah media khusus, pastinya Anda harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Karena, saat ini teknologi sudah semakin canggih, Anda bisa mencari media online gratis untuk memasarkan atau melakukan promosi bisnis Anda. Seperti promosi lewat OLX, atau situs gratis khusus pencari sewa kos.

Dalam melakukan promosi, sebaiknya Anda pilih gambar atau foto rumah kos-kosan Anda yang bagus, dari berbagai sisi. Tidak lupa juga menyertakan fasilitas, harga sewa, keunggulan, lokasi, nomor yang bisa dihubungi, dan yang paling penting adalah, Anda harus terus update informasi tentang kesediaan kamar kosong.

4. Tidak memperhatikan harga pasaran

Pastikan Anda mensurvei harga pasaran sewa kos-kosan yang ada disekitar lokasi Anda. Hal tersebut dilakukan agar tarif sewa yang ditentukan tidak berlebihan atau tidak rendah juga. Anda bisa mengecek tarif sewa pasaran di Google, atau melalui situs pencarian sewa kos-kosan.

5. Melakukan perjanjian hanya secara lisan dengan stakeholder

Biasanya perjanjian saat penyewa kamar dan pemilik hanya sekedar lisan saja. Namun, ternyata cara tersebut tidak efisien. Perjanjian seharusnya bisa Anda lakukan dengan melampirkan MoU atau hitam di atas putih. Hal tersebut dilakukan agara bisa melindungi kedua belah pihak.

6. Tidak memaksimalkan keuntungan

Banyak dari pemilik kos-kosan bisa mencari keuntungan selain dari bisnis utama. Misalnya Anda bisa memaksimalkan pendapatan sampingan seperti, buka jasa laundry, katering, sewa kendaraan, hingga voucer wifi.

Tidak hanya membuat Anda untung, pihak penyewa pun juga akan merasa nyaman ketika di rumah kos-kosan milik Anda juga terdapat fasilitas tambahan selain kamar.

7. Bisnis tidak dikelola secara efektif

Memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, ternyata bisa membantu bisnis Anda lancar. Bisnis yang tidak dikelola dengan efektif, akan membuat bisnis Anda tidak dikenal, hingga tidak adanya ketertarikan penyewa dengan kos-kosan milik Anda.

Anda bisa memulai menggunakan teknologi guna mempermudah penyewa mengakses informasi tentang kos-kosan Anda. Misalnya seperti, cantumkan nomor Whatsapp, cantumkan website pribadi, akun Instagram atau Facebook tetang bisnis kos-kosan Anda, hingga cara pembayaran yang praktis seperti di transfer atau memakai m-bangking.

Nah, salah satu peluang bisnis ini memang patut dicoba bagi yang menyukai bisnis properti seperti sewa kos-kosan. Namun, sebelumnya Anda juga harus tahu beberapa strategi agar bisnis rumah kos-kosan Anda dapat masuk ke dalam bisnis yang menguntungkan. Bagaimana caranya? Anda bisa baca kelengkapan artikelnya di lonk berikut ini:

https://www.cekaja.com/info/membangun-bisnis-rumah-kos/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *